Anak Bumi

 


Angkasa memecah lautan
Ombak sudah mencapai langit
Mega-mega berbaris laksana serdadu menantikan perintah:
Anak Bumi memperhatikan dengan seksama
Sebentar lagi ibuku mati -
hanya menantikan detak-detak detik yang berlalu
tanpa ada rencana untuk kembali

Anak Bumi menangis tersedu
Tetapi cakrawala merekahkan senyuman
"Adaku bukan untuk ditiadakan!"
serunya kepada pepohonan yang tak lagi rimbun

Hijau adalah sejarah kuno
Kali ini hanya ada cokelat dan karat
Biru adalah zaman megah penuh keemasan
Kali ini hanya ada air abu-abu yang bau

Anak Bumi menangis terisak-isak
Tidak ada lagi rusa yang mendengarkan ceritanya
Tak ada lagi bunga-bunga yang memperindah rumahnya

Anak Bumi marah besar, ia mengambil api
Membiarkan lidah-lidah itu mengulitinya
"Biarkan. Biarkan aku kembali kepada Kosong."

Jakarta,
11 Juni 2018
NH.

Related Posts:

  • Love is... Love is beyond religions. God is beyond religions. Love is God. God is Love. When love is beyond religions then religion is no longer important… Read More
  • "Mematung" Sang Khalik Tidaklah mudah bagiku untuk mendengarkan suara-Mu di tengah keramaian ini Meski engkau menyebut namaku, nama yang telah Kau… Read More
  • Godself-love "Allah yang mencintai diri-Nya sendiri adalah Allah yang egois?" Apakah ada yang salah jika Allah cinta kepada diri-Nya sendiri? Toh, manusia harus … Read More
  • Labirin Doa Pada Suatu Senja.. Satu langkah baru cukup untuk memacu degup jantungku Betapa sulitnya memulai sesuatu Padahal yang dibutuhkan hanyalah satu langkah yang baru Sat… Read More
  • Reason is Not Reason I sing not because I have reason, but I sing because I have reason. This is my prayer in the desert When all that's within me feels dry This is my… Read More

0 comments:

Post a Comment