kepadaku yang tak pernah dirayakan.

https://id.pinterest.com/pin/759349187191762697/
 

kepadaku yang tak pernah dirayakan

aku mendoakanmu berlipat-lipat bahagia

lebih dari kecemasan yang kau simpan sendiri selama ini

jika kasih itu terasa jauh

semoga yang Terjauh menghembuskan angin di sekelilingmu

membuat dedaunan dan pohon menari-nari

matahari dan langit berawan biru selalu mengikutimu

hingga tak lagi kau perhatikan

pintu-pintu terketuk yang tak pernah dibukakan bagimu

di kiri dan kananmu

hingga tak lagi kau hitung

setiap jiwa yang terambil dalam hidupmu

Read More

mungkin hari ini hari yang tepat untuk menangis.

 


mungkin hari ini hari yang tepat untuk menangis

tentang hal-hal yang tak mampu tersampaikan 

dari ribuan kata yang terucap setiap hari

tentang masa yang sudah berlalu semestinya

dan keikhlasan yang setelah puluhan tahun

senantiasa datang dan pergi

Read More

Allah yang hidup, aku yang masih berjuang.

another sunday, another blessed day. salah satu bacaan diambil dari Lukas 20: 27-38 tentang orang Saduki yang bertanya pada Yesus tentang apa yang mereka sendiri tidak percayai: kebangkitan.


mereka ini sepertinya penasaran, kalau seorang menikah 7 kali, mempunyai 7 suami, di hari kebangkitan nanti yang mana yang akan jadi pasangannya?


aku tertawa dalam hati, karena baik 2000 tahun yang lalu maupun 2000 tahun kemudian, yaitu masa kini, orang masih mempertanyakan hal yang sama. apa yang terjadi setelah mati?

Read More

tentang pohon Zakheus (sebuah pov)


suara Pendeta yang berkhotbah hari ini terasa lebih menggugah di dalam hati. dalam satu plot menuju plot lain, aku tak dapat menebak kemana alurnya. aku bisa melihat betapa Ibu Pendeta sedang berada dalam zona flow, ribuan kata ingin diucapkan melalui satu mulut pada saat yang bersamaan. aku menyebutnya, kata-kata tumpah ruah. aku tahu rasanya, bagaimana darahmu berdesir ingin menyampaikan kabar sukacita itu, ingin menggerakkan hati mereka yang mendengar, berharap mereka dapat melihat melalui pov-mu. 

salah satu bacaan hari ini diambil dari kisah Zakheus, si orang pendek, si pemungut cukai, si orang kaya, si orang berdosa. kita semua tahu lagunya dan kisahnya. si orang berdosa mengejar Tuhannya, ingin melihat-Nya meski dari kejauhan. mendatangi tempat yang dipenuhi orang-orang yang membencinya. memanjat pohon hanya untuk melihat siapa yang dibicarakan orang ramai. 

Read More

the darkness deepens; Lord with me abide.

 

Abide with me; fast falls the eventide

The darkness deepens; Lord with me abide.

Tanpa  sengaja aku mendengar himne ini - yang biasanya sangat kuhindari. Mendengar melodinya saja mampu membuat segala senyumku sirna seketika. Aku dibawa pada kekecilanku sebagi manusia, yang merasa masalahnya begitu besar.

~ Change and decay in all around I see ~

Mungkin aku merasa lebih sentimental menjelang ulang tahunku. Entah karena umurku nanti semakin mendekati saat Abangku yang terkasih menutup usia, atau karena umurku semakin menjauh dari masa Uakku masih ada bersama dengan kami. Entah karena lagu itu mengingatkanku pada kefanaan anak-anak manusia: yang khawatir, yang berlalu, yang pergi, yang pulang, yang tak kembali, yang menanti... yang merindu. Atau karena lagu itu mengingatkanku pada masa kecil saat mereka masih ada dalam hidupku. Atau karena sudah lama aku tak melihat wajah mereka. Atau karena aku tak lagi punya tempat untuk berkeluh-kesah karena Tuhan sudah selesai meminjamkan mereka dalam hidupku. Atau karena aku mengimani perjumpaan kami kembali di dalam kekekalan nanti. Atau karena aku tak sabar menanti saat itu akan datang?

Read More

the day after the funeral is the funeral.

you left me too soon
happiness all year long
then the unexpected anticlimax
the one you wouldn't wish on anybody
the cursed one
the unsaid goodbye one
the missed opportunity one
on the verge where i thought
i was done healing
joke's on me and my even deeper wounding
Read More

Anak Bumi

 


Angkasa memecah lautan
Ombak sudah mencapai langit
Mega-mega berbaris laksana serdadu menantikan perintah:
Anak Bumi memperhatikan dengan seksama
Sebentar lagi ibuku mati -
hanya menantikan detak-detak detik yang berlalu
tanpa ada rencana untuk kembali
Read More

to you, my beloved.

 



selama ini penaku selalu ramai oleh suara, oleh kegaduhan, oleh kegelisahan, dan kerisauan. aku selalu menulis. meskipun bibirku sering tak dapat menguraikan apa yang ada di dalam sini, namun penaku selalu lugas dan lantang.

namun denganmu, aku belajar. aku mengamati. kamu mengheningkan teriakan senyapku. kamu membuat penaku enggan beropini.

di dalam hatiku hanya ada melodi. harmoni yang kamu bawa sejak kamu datang dalam kehidupanku. kini hatiku bernyanyi. kutulis atau tidak, tiada arti. meskipun bibirku kelu, tak mengapa selama mataku masih dapat memandang paras indahmu. aku yakin kita masing-masing masih tertegun saat menyadari betapa cinta begitu dekat... dan mengagumkan.

terima kasih sudah memberikanku kesempatan itu, sayang. kamu begitu istimewa di dalam hidupku. tak ada orang lain sepertimu yang menghampiri hari-hariku selama matahari terbit-tenggelam di ufuk-ufukku. aku bersyukur memberanikan diri melompat ke dalam gejolak perasaanku kala itu... dan menemuimu. di sana. dan menggengggam tanganmu sejak kala itu. dan mencintaimu sejak seterusnya. sebagaimana semestinya.

cinta yang sederhana ini, sayang, begitu megah, begitu rupawan. aku tak dapat memalingkan senyumanku setiap kali kumelihat bagaimana cinta kita semakin bertumbuh, semakin mengakar erat, menembus jantung bumi. aku suka karena semuanya terjadi hanya di antara kita berdua. segala kenangan yang tersembunyi dari seluruh umat manusia. hanya aku dan kamu.

mereka tak akan tahu, sayang, segala kesakitan dan kesedihan yang harus kita lalui untuk bisa tiba di titik ini. dan bagaimana perjuangan untuk mencintai tak ada ujungnya. bagaimana mencintai adalah sebuah pembelajaran tentang manusia yang menjadi favoritmu di antara miliaran orang di dunia. dan aku memilihmu. seperti engkau memilihku. dan mereka memang tak perlu tahu.

aku menantikan senyumanmu untuk memulai pagiku. aku menantikan deru motormu saat menjemputku. selalulah menjadi rutinitas pagiku, sayang. bawa senantiasa harmonimu supaya kupadu bersama dengan gubahan-gubahan lagu di dalam sini. kamu melengkapi hidupku, sayang. dan aku mau kamu tahu:

saat kamu merasa di dunia ini, tak ada seorang pun yang mendukungmu, aku akan selalu ada di sana menjadi penyemangatmu. dan aku akan selalu ada di sini, di hatimu. aku akan mendukungmu, sayang, dan menguatkanmu, dalam susah senang, tawa dan air mata, yang kita jalani.

semoga tak ada lagi kesepian di dalam harimu, sayang. aku akan selalu menjadi teman dan sahabatmu. aku mau mewarnai hidupmu, sama seperti kamu datang mewarnai hidupku.

teruslah belajar untuk mencintaiku, sayang. seperti aku tak bosannya belajar untuk mencintaimu. aku yakin padamu, sayang. Allah Sang Cinta itu yang menyatukan jalan hidup kita berdua. dan hingga saat ini, aku yakin kamulah jawaban doaku - semoga hingga selamanya - dan teruslah menjadi jawaban doaku. seperti aku belajar terus untuk menjadi jawaban doamu.

semoga tawa dan bahagia senantiasa mengiring langkah kita berdua. semoga genggaman tangan kita takkan terpisah selamanya. kiranya Allah merestui cinta kita.

again and again i will say, thank you for coming into my life, baby. happiest birthday to you, my love. i love you so much baby.


batam, 12 mei 2023

02:16

nov.


Read More

a note from the stormy weather: happy new year!

 


Hi... and happy new year.

This is the first post for this year. In some minutes, it will be a new Moon in Pisces. Transiting in a place of healing. With the help of the Sun and widely projected by Jupiter. Those who understands will.

Oh what a place of ending.

When the final season of the year started, the whole Universe put me into isolation. Not absolute. But the theme goes on and on.

It is holiday too today. I don't have to worry about not enough sleep and can focus on needing what to be done: to bestow words and breaking an unfinished silence. I was wrong thinking all end when it goes silent.

Read More

"She Who Is" by Elizabeth A. Johnson - A Review

 



Title             :    She Who Is: The Mystery of God in Feminist Theological Discourse

Author         :    Elizabeth A. Johnson

Year             :    1992

Keywords    :    feminism, feminist theology, patriarchy


"She Who Is," a mindblowing and critical book on feminist theology and its development in Christianity. This is clearly a must read book, especially for those who wish to engage in feminist discourses.

Read More

sad girl hour.




acceptance.

what a word.  what a power!

i was a dreamer. i got lost wandering around. found myself again, i still am, a dreamer. i have learned so much. a kind of learning that you wish someone would teach you. so you don't have to learn by yourself. not because you're incapable. but how easier life would be if those who are more mature and experienced told you how to live life. make a life guidance. don't say we got the Bible. that's not what i meant. those success stories? nah, that's not the answer either.

how to live life - an ordinary life, like yours and mine. a mediocre life. without having to make it look glamorous, likeable, grande. how the elders make it through the years? because i ain't have a half of them and this life is uninteresting to me. is this how life works? is this truly everything there is? or is it my silent depression creeping in?

i have been dreaming for the sake of escaping from my own thoughts. lately, i have been learning to do my dreams. each little step matters. should have thank myself and my body for that. at one point i'm so pissed at myself because i wasted my time. but, acceptance, has make it less unbearable. at least, now i know.

and my body, oh my God, how strong is she? studying trauma helped me seeing through all particularities that made me as i am. 

earthquakes, that's how i called trauma, chasing one after the other. abuse? been there. healed that. toxicity? been there, healed that. family issues? been there, healed that. losing a loved one? been there, still crying sometimes, mental breakdown a few times, healed that. a long overdue love story that became unhealthy? left them, healed that. inner child wound? i don't have the answer yet. i have tried to face them though. the answer is still on its way. not the time yet.

when someone looks at me, they'll look at this certain frame which is limited by the time and space. they didn't know me at all, although they think they are. they don't live with me or stay by my side 24/7. I DO. 

the sad thing is, i am the only witness to my growth, too. no one watched how i grew over the years. how i bloom and die several times - just to resurrect.

they said, being open to love means to let oneself becomes vulnerable to being broken. wow boy do i have a news for you?

healing all broken pieces, trying to get it together, only for someone to ruin it all over again? that scares the hell out of me.

i thought, okay, maybe let's just lock the door and run forever? what a sad life would it be.

i don't have the problem with showing my emotions. i am emotions! hundreds of it! but will they ready though? my life is one of the most dangerous roller coaster ever. people closest to me just know the tip of it. because then they'll pity me. or worse, they'll put my brokenness upon my face on a day they feel they have the right to do so.

i am barely survived. with all those scars... and exhaustion. but still am. right here, right now. wow, i love myself so much. in awe of her. in awe of her strength and bravery.


with love,

ngh.

jakarta, april 14th, 2021

20:55

Read More

2020: catatan tentang masa jeda.

 




Sudah di penghujung tahun 2020. Rasanya?

Campur aduk.

Tahun 2020 seperti tanda jeda yang berlangsung sekian lama, di saat dunia yang dikenal seluruh umat manusia berubah sejadi-jadinya karena pandemi. Dunia yang kita kenal itu sudah berlalu. Dan karenanya, ada rasa kosong yang diam-diam menyelinap saat tahun ini berakhir.

Aku sembuh, lalu sakit lagi. Selesai, lalu mulai lagi. Hanya untuk bergerak di tempat yang sama.

Baiklah, tak apa-apa. Aku tak perlu memaksa. Cinta akan datang tanpa diminta.

Read More

dalam beberapa kepulangan.



Besok aku pulang.
Entahlah, manakah rumah?

Mengapa rasa dan fluktuasi begitu serasi?
Di suatu hari, kau menyesali keputusanmu untuk pulang,
namun ketika pulangmu berakhir,
hatimu pun terasa hancur.

Sampai bertemu lagi
semoga dengan kelengkapan yang bahagia.

Pernah dalam suatu pulang,
aku tertinggal sendiri.
Rasanya sepi seperti mati,
karena dunia mereka telah meluas,
seperti seharusnya.

Namun, Tuhan begitu baik.
Pandemi membuat semua makhluk
kembali ke rumah.

Pulangku kali ini terlama
sejak kutinggalkan rumah
lebih dari enam tahun yang lalu.

Berlalu begitu saja.
Mungkin memang begitulah rumah -
tak untuk kau rasakan ketika kau di sana.
Pembeda segala ruang.

Sampai bertemu lagi
di depan layar kaca penuh tawa
sehari-hari yang surgawi nan sederhana.

Sampai bertemu lagi, bungsuku.
Ada banyak yang menanti
untuk kita nikmati bersama.
Es krim vanila dan stroberi
bersabarlah menunggu kami.

Semakin kuatlah, sayang.
Karena hatiku sendiri hancur
ketika tiada penghuni rumah.
Entah bagaimana kau bisa selamat
dari gelombang tsunami rasa.

Semoga kau tak pernah kosong
dan mengalaminya.
Cinta kasih, kebaikan, dan ketulusan
mengiringi langkahmu hingga di masa depan.
Semoga engkaulah yang paling terberkati
di antara kami.

Sampai bertemu lagi,
dua malaikatku, mamak dan bapak.
Bertahanlah dan berjuang.
Nantikan dan berdoalah sepanjang hari.

Berbahagialah ketika kau menanti.
Semoga semesta membalas segala kerja
dengan segera.

Sampai bertemu lagi,
dua adik yang tak pernah damai.
Jadilah teman untuk satu dengan yang lain.
Lupakan sakit hatimu
karena darah tak akan pernah dipisah
berdasarkan pekat warna merah.

Semoga mimpi yang sempat buyar
kembali ditemukan dalam kesegaran.
Jalan-jalan dimudahkan,
lika-liku disederhanakan.

Semoga bahagia yang mengejar,
bukan lagi kecemasan.
Dan terang kian datang
ketika dibutuhkan.

Sampai bertemu lagi,
rumah tua yang kami sayang.
Kali ini aku melihatmu
dengan penuh kesenduan.

Siapa yang tahu bagaimana masa depan
Semoga kami akan meninggalkanmu
dan berpaling ke rumah baru.
Namun, setiap incimu memiliki tempatnya
di dalam hatiku.

Begitu banyak yang terjadi di dalammu.
Kau tak pernah mengeluh.
Hanya usiamu memang tak lagi mampu
menaungi kami, kekasih hatimu.

Dua puluh lima tahun,
ah, begitu panjangnya usia.
Mungkin diam-diam kau lebih mengenalku
daripada siapapun yang ada di sana.
Kau mengenali setiap kami
secara cermat dan penuh perhatian.

Dalam beberapa kepulangan,
ini yang paling berarti.

Dalam beberapa kepulangan,
ini yang akan tetap membuatku sedih.

Dalam beberapa kepulangan,
akan selalu kunanti.

rumah, batam.
novriana gh.
delapan juni dua ribu dua puluh.





Read More

a time of serenity.


So, this morning I decided to buy lontong for my breakfast, after I told my manager that I wanted to work remotely. Then, I walked a few minutes to the stall I usually go. I sat down towards the road. There were some big trees in front of me.

I looked up and saw flowers were beginning to bloom! And butterflies! And the blue sky! And the clouds!

Sometimes, some motorcycles or cars passed. But, in between of that moment, there was a time of serenity. At that point, I sat silently, while still looking up.

Life has been beautiful all along.
In that serenity, I knew deep down, my higher self is smiling. The inner child in me is floating. Every single event and experience I have been through was rushing, like a huge flood.

Life is beautiful. And will always be.

Read More

what to do when you are overthinking.



the only oneness that worth experience
as you and the universe are in a union
a grander holiness


truth is revealed - an awakening
people come and go
sometimes means forever
forever leave, forever stay


and you know, there will be that particular void
that will never be filled anymore
a void that will always empty
a presence that is irreplaceable


let go of trying, darling
let go of searching


because what you will find next
will never fit the prototype
feel that void
do not fill it - feel it

jakarta, february 22, 2020
Read More

Crash Landing On You: A Bibliophile POV


Ri Jeong Hyeok and Yoon Se-Ri
Ri Jeong Hyeok and Yoon Se-Ri
                        
Your most loved Korean drama featuring your most loved thing in the world? What could be better than that lovely duo?!

As one of the most watched show on Netflix, no one could deny the chemistry between Ri Jeong Hyeok (Hyun Bin) and Yoon Se-Ri (Son Ye-jin), that could bring enough electricity to North Korea, that's overpouring through the 16 episodes of love. 

As for me, a hopelessly romantic book lover, there is one thing that's been capturing my heart and eyes, that is: BOOKS.
Read More